Bagaimana Mempertahankan Karyawan?


Sering kali para manager atau manajemen bertanya mengapa karyawannya kehilangan motivasi. Sebetulnya sederhana saja jawabannya, manusia pada dasarnya tidak pernah merasa puas atas segala sesuatu dalam hidupnya sampai pada tingkat tertentu. Ada tingkatan kebutuhan yang ingin dipenuhinya seperti penjabaran teori Maslow. Namun apabila ia menemukan atau mendapatkan apa yang diinginkannya minimal secara bertahap dan ia memiliki keyakinan bahwa keinginannya itu dapat diperolehnya di perusahaannya, ia pasti akan “stay” dengan semangat kerja yang tinggi, namun sebalikanya jika tidak- cepat atau lambat karyawan akan pergi juga.

Sebetulnya perusahaan tidak perlu terlalu kuatir kehilangan karyawan, sejauh kita telah membangun budaya kerja kekeluargaan, menetapkan standard dan jenjang karir yang jelas maka kita sudah memiliki modal untuk mempertahankan karyawan yang berpotensi untuk tetap memiliki motivasi yang kuat. Juga sejauh turn over masih dibawah 2 % sebetulnya ini masih dalam kondisi aman/wajar. Namun jika terlalu banyak dan sering karyawan keluar masuk, barulah harus diwaspadai dan dianalisa penyebabnya, khususnya karyawan yang sangat penting bagi perusahaan.

Menurut survey umum yang pernah saya lakukan melalui proses interview, rata-rata alasan mereka kehilangan motivasi dan memilih meninggalkan perusahaannya adalah dikarenakan:

1.      Suasana kerja yang tidak kondusif dari berbagai faktor/alasan misalnya : permainan politik kantor, gossip, fitnah dan opini yang berkembang di kantornya

2.      Ketidak cocokan: dengan atasan, sesama karyawan, jajaran manajer, dan lainnya

3.      Tidak ada jenjang karir yang jelas kedepannya

4.      Tingkat pendapatan yang rendah dan fasilitas lainnya yang kurang tetapi target kerja harus maksimal

5.      Kebijakan perusahaan yang berubah-ubah dan tidak jelas tujuan dari perubahan itu sendiri, membuat bingung karyawan dilapangan

6.      Tidak ada lagi tantangan yang berarti, pekerjaan hanya bersifat rutinitas

Berikut saya bagikan hal-hal yang harus dipersiapkan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya:

1.      Ciptakan suasana yang akrab dengan membangun budaya yang saling mendukung kerja

2.      Tetapkan standar gaji yang jelas dan fasilitas yang jelas serta adil

3.      Jenjang karir yang tepat dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang dibuat

4.      Reward dan punishment program yang konsisten dilakukan

5.      Berikan kepercayaan kepada setiap individu dalam perusahaan untuk bekerja

Inisiatif untuk membangkitkan motivasi karyawan seharusnya timbul dari pihak manajemen perusahaan terlebih dahulu dan mendidik karyawannya untuk bisa mandiri dan menjaga konsistensi semangat kerjanya untuk memastikan kontribusi yang diberikan maksimal.

Jika Anda tidak mendapatkannya di perusahaan Anda bekerja, sebagai Leader Anda bisa memberikan motivasi kepada tim kerja Anda agar bisa bertahan misalnya dengan cara :

1.      Membangun suasana “mesra” di Tim Kerja dengan cara membuat program Olahraga bersama (Futsal), makan bersama di rumah makan, tukar kado, dan buat program-program yang sifatnya melibatkan semua tim Anda.

2.      Berikan bonus ringan untuk tim Anda yang berprestasi, misalnya tercapainya Penjualan atas namanya, atau terselesaikannya pekerjaan yang Anda perintahkan, bonus itu misalnya bisa berupa uang dari Anda, tiket nonton sepakbola, tiket nonton film, voucer makan malan, voucher menginap di hotel bersama pasangannya (Suami/Istrinya)

3.      Untuk soal jenjang karir Anda bisa mengatakan kepada Tim Kerja Anda begini “ Teman,  kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok, maka untuk itu manfaatkan hari-hari anda dengan serius dan saya berharap teman-teman kelak akan bisa menggantikan posisi saya saat ini, itu target saya kepada Anda semua maka dari itulah saya selalu keras agar Anda mempelajari apa yang saya lakkukan saat ini agar Anda memiliki ilmu yang sama, kelak sekali lagi Saya berharap Andalah yang menggantikan Saya” cukup dengan mengatakan begitu paling tidak bahwa Tim Anda memiliki pemikiran bahwa mereka akan punya karir dimasa mendatangnya.

4.      Buatlah Projeck pekerjaan dan amanahkan dari TIM Anda, secara bergantian dan biarkan mereka bekerja dengan cara mereka sendiri dan mereka bisa menemukan solusi dari masalah-masalah yang mereka dapatkan dilapangan, Anda cukup melakukan evaluasi harian dan pekanan, Anda tidak perlu bertanya biarkan mereka melaporkan sendiri sesuai jam yang sudah Anda tetapkan.
Saya yakin sebagai LEADER Anda Akan SUKSES. Salam sukses untuk kita semua!

Adi Supriadi (Dept. Keuangan)

About KAMMI UMM Raya

By Dept. Humas

Posted on 23 Februari 2012, in Catatan "KAMMI UMM", Kolom Kader and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: