Refleksi “MERAH” 8 Tahun Pemerintahan SBY


Muhammad Azami Ramadhan*)

20 oktober 2012, masih ingat kah ?

Image
Saya masih ingat ketika tanggal 13 oktober 2010,suatu kondisi yang sempat memanas, karena banyak dari elemen masyarakat baik dari gerakan mahasiswa dan aliansi aliansi masyarakat mulai mengkritik 1tahun pengurusan SBY-BOEDIONO yang jatuh pada tanggal 20 oktober 2010 dengan issue demo besar besaran di ibu kota.  Adapun Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR RI, waktu itu dia berucap  “Saya lihat pemerintahan ini masih belum maksimal mengerjakan tugas-tugas nasionalnya,”. Semua itu terlihat di bidang ekonomi, keamanan, hukum, dan kesejahteraan rakyat. Namun sekarang pada tanggal 6 oktober 2012 menjelang 3 tahun SBY-BOEDIONO kabinet indonesia bersatu jilid II belum terlihat tanda tanda akan ada gelombang besar besaran yang menjadikan jalanan bak parlemen untuk memberikan kasih sayang kepengurusan orang nomer 1 di nusantara ini.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, korupsi yang masih menjadi jadi bahkan selamam dari media maya mengabarkan kalao KPK di grebek oleh provost ini sebuah kriminalisasi seperti terjadi pada Jumat malam lalu mengindikasikan para koruptor yang menggunakan institusi pemerintah untuk melemahkan kinerja komisi pemberantasan korupsi. ekonomi yang katanya berkembang tapi secara substansi masih belum terasa jelas saja poros ekonomi kita menuju konsensus kebijakan washington yang berujung pada privatisasi BUMN dll. rakyat yang masih susah untuk berobat karena pemerintah daerah belum melunasi hutang terhadap RSUD setempat. ada ungkapan kalao DepDikNas *departemen pendidikan nasiolan itu sama dengan Departemen KONVEKSI! Inilah liberalisasi pendidikan. UU migas yang liberal, bahwa memberikan keleluasaan kepada pemain ‘asing’ untuk mengeksplorasi wilayah kerja Migas Indonesia secara bebas, UU agraria beum jelas memihak siapa dan patut kita sadari bahwa setiap zaman pasti berbeda kharakteristiknya buktinya pemerintah sekarang berbeda jauh dengan pemerintahan Soekarno, pemerintahan SBY-Boediono tidak menjadikan reforma agraria sebagai landasan pembangunan nasional. Padahal sebagai negara agraris, sebagian besar penduduk Indonesia bergantung kepada sumber-sumber agraria, khusus tanah. Hal ini menunjukkan bahwa rezim SBY-Boediono tidak punya kepedulian terhadap nasib kaum tani, nelayan, buruh dan masyarakat adat yang bergantung terhadap tanah dan sumber-sumber agraria. lalu terkait kasus kematian munir belum terungkap secara gamblang walaupun dalam setiap rakyat saya yakini tahu siapa dalang dibalik semua ini. Kebijakan dari pemerintahan SBY-Boediono selama ini, membuat rakyat pekerja Indonesia hidup dalam kemiskinan dan seperti budak di negaranya sendiri, sedangkan di sisi lain elit-elit politik bangsa ini tanpa malu hidup mengkorupsi uang rakyat.  Tulisan ini bukan semata mata untuk mendeskritkan pemerintah namun selayaknya rakyat juga berhak atas menjadi evaluator dirumahnya sendiri.

titik tolak idealis menjadi Machiavelis

Sekarang, titik tolak idealis menjadi Machiavelis, yang intinya pemahaman machiavelis adalah bagaimana agar kekuasaan itu diraih dan terus dipertahankan, saya dapat dari diskusi malam jumat dengan salah seorang penggerak di gerakan mahasiswa. Ini sebuah fakta empiris dan kekurangan dari desentralisasi, bahwa dari paham ini sda indikasi SBY tengah membuat rezim yang akan terus diperpanjang melebihi 2014. Intinya, sangat mudah bagi penguasa di era demokrasi untuk memepertahankan kekuasaan. Plato pernah memaparkan bahwa, pemerintahan Negara diklasifikasikan ke dalam 5 tipe: Aristokrasi, Oligharki, Timokrasi, Demokrasi, dan Tirani. Klasifikasi itu ia susun beradasarkan tingkat kebaikannya. Artinya memang demokrasi adalah yang terburuk setelah tirani. Maka jika ingin negara ini dipimpin dengan nilai-nilai kebaikan, kita harus kembali pada konsep Aristokrasi: memberikan wewenang Negara kepada kaum bijak-cendekiawan kita sebut sekarang sebagai negarawan. dan saya selalu teringat apa kata bug hatta dalam bukunya revrisond baswir bahwa negara kita belum merdeka walaupun telah berulang ulang proklaamasi, kaarena demokrasi politik belum sejajar dengan demokrasi ekonomi.

Kesimpulan

Dalam kesempatan kali ini menjadi sebuah bahan renungan bagi kita semua yang masih menjadikan indonesia sebuah “rumah”. Patut kita sadari bersama kita sebagai mahasiswa sebagai anak bangsa yang sekaligus menjadi pribadi dalam mayarakat, sekaligus sebagai pengemban tanggung jawab sosial yang ada, sesuai penggalan firman alloh dalam alquran bahawa  “Engkau adalah umat terbaik, yang diturunkan di tengah umat manusia untuk menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran (kejahatan) dan beriman kepada Allah.” Ya surat Ali Imran ayat 110. Ayat ini sangat berhubungan erat dengan eksistensi mahasiswa yang berfungsi sosial. Dan ucapan glenn fredly dalam buku nasional.is.me “NASIONAL.IS.ME itu lahir dari hati, lalu menjadi teori untuk meraih mimpi”

mari galang diskusi, bangun lingkaran lingkaran perjuangan, dan jadikan jalanan sebagai parlemen yang megah, lalu suara ini untuk mu Presiden!

#refleksi 8 tahun pemerintahan SBY-BOEDIONO #raportmerah

“…berjuta rakyat menanti tanganmu, mereka lapar dan bau keringat, kusampaikan salam perjuangan bahwa kami semua cinta Indonesia…”

 

“…hari ini hari milikmu, juga esok masih terbentang, dan mentari kan tetap menyala, di sini di urat darahku…” *note kawan dari ITB

 *) kepala departemen Sosial Politik KAMMI UMM RAYA

Sumber :

Hatta, Mohammad (1963), Persoalan Ekonomi Sosialis Indonesia, dalam Swasono dan Ridjal, ed., (1992) Mohammad Hatta: Demokrasi Kita, Bebas Aktif, Ekonomi Masa Depan, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta

http://fuadcondet.blogspot.com/2012/01/refleksi-atas-politik-agraria.html

Opini Energi VII : Tanggapan atas Iklan Kaleng UU Migas oleh Fajar Cipta Yudha Perkasa pada 23 September 2012 *note

REVOLUSI MIGAS (1): Menggugat Oligarki dalam Pengelolaan Energi Indonesia oleh Ahmad Rizky Mardhatilah Dua pada 2 April 2012 *note

About KAMMI UMM Raya

By Dept. Humas

Posted on 8 Oktober 2012, in Catatan "KAMMI UMM", Kolom Kader and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: