Bedah Manhaj, Bedah Alur Gerakan


CIMG2510Bertujuan untuk mengupas dan memahami tentang pedoman yang menjadi arah gerak organisasi ekstra kampus, KAMMI Komisariat UMM Raya mengadakan acara “Bedah Manhaj Kaderisasi KAMMI 1433H” (11/11). Sebanyak 71 peserta dari berbagai KAMMI komisariat se Malang Raya dan KAMMI Daerah Malang berpartisipasi dalam bedah buku tersebut yang bertempat di gedung Aula Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia).

Zufikar Yusuf, Ketua Umum KAMMI Komisariat UMM Raya dalam sambutannya menegaskan bahwa pentingnya untuk regenerasi dalam memahami Manhaj Kaderisasi sebagaimana mestinya yang sudah dibuat oleh para pendahulu. Supaya pemahaman tentang alur pengkaderan sampai pengelolaan KAMMI tidak terputus, perlu diadakan diskusi buku Manhaj Kaderisasi KAMMI. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua KAMMI Daerah Malang, Amir Gunawan yang menuturkan pentingnya kader KAMMI untuk berkontribusi secara nyata dalam setiap agenda dakwah yang dilaksanakan. “Selemah-lemahnya amal adalah dengan doa, menjadi kader KAMMI harus lebih daripada itu.” tandasnya. Amir menambahkan, tiada cinta tanpa pengorbanan. Pengorbanan diperlukan untuk bisa mensukseskan agenda dakwah KAMMI, berkorban pikiran, tenaga, waktu dan harta.

Acara yang menghadirkan dua pemateri, Saras Pramuditya ,ST dari Pengurus Pusat Kaderisasi KAMMI dan Sultoni Muslim, S.Pt dari Kaderisasi KAMMI Wilayah Jatim berlangsung cukup dinamis yang diwarnai dengan pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Dalam uraiannya membedah Manhaj Kaderisasi KAMMI, akh Saras menyampaikan ada tujuh unsur yang menjadi alur pemahaman dalam proses kaderisasi di KAMMI yaitu visi, profil Muslim Negarawan, kompetensi kritis, indeks jati diri kader, perangkat pengkaderan, sarana pengkaderan, akreditasi dan sertifikasi. “Dalam Muslim Negarawan terdapat enam kompetensi dasar yang harus dipenuhi yaitu pengetahuan keIslaman, kredibilitas moral, wawasan keIndonesiaan, kepakaran dan profesionalisme, kepekaan sosial, dan diplomasi jaringan” jelas pemateri lulusan dari Teknik Mesin UNS itu.

Sultoni Muslim menjelaskan, “Manhaj KAMMI ini dibentuk dengan meniru Manhaj Rasulullah yang cocok untuk semua karakter budaya tiap kampus sehingga dapat menghadirkan the Dream Team seperti Rasulullah membentuk para sahabat”. Selain itu, tiga sasaran Kaderisasi adalah pertambahan jumlah, peningkatan kualitas dan pembangunan kompetensi yang didasarkan dari QS. Ali Imran ayat 146-147.

Bedah Manhaj Kaderisasi yang diselenggarakan oleh Departemen Kaderisasi KAMMI Komisariat UMM Raya tersebut juga menghadirkan hiburan nasyid yang dikemas menjadi versi akustik oleh grup akustik KAMMI UMM Raya menjadikan suasana diskusi semakin meriah. Sebagai penutup acara yang bertemakan “Melahirkan Sosok Pemimpin Berkarakter Muslim Negarawan”, KAMMI Komisariat UMM Raya selaku tuan rumah memberikan cindera mata Karya Original kader KAMMI berupa Logo KAMMI yang terbuat dari pelepah pisang kepada Pengurus Pusat KAMMI yang diwakili oleh Saras Pramuditya.#y_sir

Dept. Humas KAMMI UMM Raya

About KAMMI UMM Raya

By Dept. Humas

Posted on 14 November 2012, in News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: