Milad 16 Tahun: Jangan Berhenti Mencintai KAMMI !!


love kammi cOleh: Dody Arief Krisnawan*

Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai sesuatu, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.(Anis Matta: Serial Cinta)

Dari sekian banyak kader KAMMI tidak banyak mereka yang aktif dan berkontribusi kepada KAMMI. Dari sedikit yang aktif itu tidak banyak mereka yang sanggup mencintai KAMMI. Cinta. Ya, cinta. Sebuah kata kerja dahsyat yang mampu menggerakkan hati, fikiran, semangat, jasad untuk memberikan yang terbaik untuk yang dicintainya. Tulisan tak bisa menarasikan. Lisan tak sanggup menerangkan. Pikiran tak bisa menggambarkan. Hanya hati yang bisa merasakan. Dan hanya kerja – kerja besar yang sanggup membuktikan.

Salah satu tanda akan berakhirnya sebuah bangunan organisasi pergerakan adalah ketika hilangnya rasa cinta para pengusungnya pada organisasi dimana ia berada. Tak peduli walaupun banyaknya yang aktif dan berkontribusi. Coba perhatikan. Mereka bergerak tanpa ruh. An sich. Jumud. Tidak ada cita rasa pergerakan yang akan hadir jika para kader hanya bekerja sekedar karena alasan amanah. Tidak perlu lagi kita meragukan keamanahan kader KAMMI. Tak perlu lagi kita pertanyakan komitmennya kepada dakwah. Yang perlu kita pertanyakan adalah kadar kecintaan pada KAMMI sebagai tempat mereka melaksanakan amal dakwahnya. Seberapa besar kadar kecintaan kader pada KAMMI?? Fenomena gugurnya aktivis dakwah dari pohon pergerakan ini salah satunya karena tidak adanya rasa cinta pada organisasi pergerakannya. Kelelahan yang mereka rasakan, pengorbanan yang mereka keluarkan tidak sedikitpun berujung pada kenikmatan. Justru kekecewaan yang didapat. Dan akumulasi kekecewaan seperti ini cepat atau lambat berujung pada akhir umur pergerakannya. Mati dalam diam.

Tidak bisa dipungkiri, kecenderungan manusia ia akan nyaman ketika dekat dan berada disekitar orang/sesuatu yang dicintainya. Bukan rahasia lagi jika setiap orang rela mengorbankan apapun untuk orang/sesuatu yang dicintainya. Semua berawal dari cinta. Banyaknya fenomena kader “pindah kelain hati” bermula dari sini. Dan fenomena “cinta segitiga” aktivis dakwah (KAMMI-LDK-SKI) menjadi fenomena yang lazim kita temui. Tak ada konsistensi dalam mencintai. Maka KAMMI sebagai organisasi pergerakan dakwah sudah semestinya melakukan rekayasa sedimikian rupa sehingga kader yang berada dalam naungan KAMMI lebih mencintai KAMMI.

Bukan berarti mengajari untuk ashobiyah. Bukan bermaksud melupakan doktrin islam qobla jamaah. Kecintaan akan KAMMI adalah dalam rangka mencintai Allah dan konsekuensi logis dari cinta kita pada Allah dan Islam. Bukan yang lain. Kesalahan menempatkan posisi cinta KAMMI dalam koridor cinta kita kepada Allah juga akan menimbulkan masalah. Dalam materi tarbiyah yang kita dapat yang mengajak kita menyelami marotibul mahabbah (Tingkatan Cinta), Kecintaan pada jamaah posisinya berada tepat setelah cinta kita pada Allah dan Islam (Rasul dan Al Quran), bahkan setara dengan cinta kita apada keluarga. Semuanya dalam rangka mencintai Allah dan Islam. Sekali lagi dalam rangka mencintai Allah dan Islam, bukan yang lain.

Tidak bisa merasakan manisnya pergerakan kecuali meraka yang meletakkan cinta sebagai dasar pergerakan dakwahnya. Demikian, tidak bisa merasakan nikmatnya perjuangan bersama KAMMI kecuali mereka yang meletakkan kecintaan kepada KAMMI sebagai ruh pergerakannya. Cinta “memaksa” mereka untuk paham lebih dalam. Cinta “memaksa” mereka untuk berkorban. Cinta “memaksa” mereka untuk berkontribusi tanpa henti pada yang dicintai. Cintailah, setelah itu lihat dan rasakan apa yang terjadi!!

* Ketua Umum KAMMI UMM Raya (2009-2010)

About KAMMI UMM Raya

By Dept. Humas

Posted on 17 April 2014, in Catatan "KAMMI UMM", Kolom Kader. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: